Events
Artotel Gelar Pameran The Garden of Memories
ARTOTEL ARTSPACE bekerjasama dengan seniman Citra Pratiwi (Rawraw) mempersembahkan pameran seni tunggal berjudul “The Garden of Memories” Pameran seni ini akan dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan dari tanggal 24 Agustus – 24 Oktober 2021 di ARTSPACE ARTOTEL Yogyakarta.
Rawraw merupakan sebuah nama pseudo sekaligus studio eksperimen yang menanggapi tema-tema urban yang didirikan oleh Citra Pratiwi. Citra dikenal sebagai seniman lintas disiplin dan kurator. Pameran ini akan dibuka oleh Dr. Suwarno Wisetrotomo, M. Hum melalui akun Instagram @artoteljogja secara Live pada 23 Agustus 2021. Citra Pratiwi (Rawraw) akan menampilkan total 13 karya, 8 karya merupakan dua dimensi dan 5 karya tiga dimensi.
Berangkat dari konsep Ephemera yang merupakan sebuah kata yang digunakan untuk merujuk kepada sesuatu yang tidak kekal. Pada pameran kali ini, Rawraw menggunakan warna-warni bunga untuk melambangkan Ephemera. Menghadirkan bentuk yang menggugah kenangan kita melalui karyanya. Rawraw juga menghubungkan benang merah Ephemera dengan konsep Buddhis di budaya Jepang yaitu Mono No Aware, sebuah bentuk kesadaran akan ketidak- kekalan sehingga membuat manusia memiliki empati terhadap hal-hal kecil.
Tuning Mamiek, General Manager ARTOTEL Yogyakarta menambahkan “Kami akan tetap melakukan kegiatan pameran seni sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif khususnya di Yogyakarta. Selain itu untuk mendukung kegiatan pembatasan masyarakat, pembukaan pameran seni kali ini akan dilaksanakan secara online melalui zoom dan Instagram Live @artoteljogja bersama rekan media”.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

