Events
Deteksi Dini Cegah Thalasemia
www.Ekbizz.com – Deteksi dini penyakit thalassemia penting dilakukan untuk mencegah peningkatan jumlah penderitanya. Terlebih Indonesia memiliki prevalensi penderita yang tergolong tinggi di dunia, bahkan masuk dalam sabuk thalassemia.
“Karenanya penting melakukan pencegahan agar penderita thalassemia di Indonesia tidak meningkat,” tegas peneliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Dr. Ita M. Nainggolan, S.Si., M. Biomed, dalam kuliah tamu di Fakultas Biologi pada 16-17 Oktober kemarin.
Upaya pencegahan disampaikan Ita dapat dilakukan dengan deteksi dini melalui skrining baik terkait pembawa sifat thalassemia, melakukan konsultasi genetik, maupun diagnosis prenatal. Thalassemia merupakan penyakit keturunan sehingga dengan skrinning dapat mengendalikan terjadinya penurunan penyakit pada anak.
“Skrining bisa mencegah penurunan penyakit,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ita hadir bersama dengan empat peneliti lain bidang Red Blood Cell Disorders Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Memaparkan berbagai uraian terkait upaya diagnostik thalassemia seperti patofisiologi alfa dan beta-thalassemia, tahapan penegakan diagnosis thalassemia, dan metode ekstraksi DNA.
Kuliah tamu yang diselenggarakan Fakultas Biologi UGM kali ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang dilakukan dengan Lembaga biologi Molekuler Eijkman. Kerja sama dilaksanakan dalam penguatan kegiatan penelitian, pendidikan dan pengabidan masyarakat berbasis biologi molekuler dan biomedis terutama tentang riset genetika molekuler dan genetik populasi thalassemia di Indonesia.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login