Events
Wow, Ada TOPMA di Kampus INSTIPER
www.Ekbizz.com – Ikatan Mahasiswa Budidaya Pertanian (IMADATA) INSTIPER Yogyakarta tahun ini kembali mengadakan kegiatan TOPMA (Training Organisasi dan Profesi Mahasiswa) pada Jumat, (3/11/2017) di Auditorium INSTIPER Yogyakarta kemarin. Acara tersebut dibuka dengan seminar yang bertemakan “Peran Petani Muda dalam Modernisasi Pertanian Indonesia” dengan menghadirkan CEO Balaitani dan Ketua Joglo Tani sebagai pembicara.
Dalam paparannya, Muhammad Iqbal Ramadhan selaku CEO dari Balaitani menegaskan bahwa bidang pertanian jangan hanya berdiri sendiri. Bidang pertanian juga harus bisa membangun kolaborasi yang baik dengan bidang-bidang lainnya. Karena di era modern seperti ini, kolaborasi yang baik akan menghasilkan pencapaian yang baik pula.
”Kolaborasi itu penting, contohnya jika petani kolaborasi dengan pelaku kreatif, maka bukan tidak mungkin petani sekarang bisa merambah dunia digital yang kini digandrungi anak muda, supaya mereka lebih mengenal bidang pertanian”, tegasnya.
Sementara itu, menurut ketua umum IMADATA Anggi Gunawan mengatakan bahwa, seminar pertanian ini diadakan supaya mahasiswa baru memiliki kesadaran untuk memajukan budidaya pertanian, sesuai dengan jurusan mereka.
“Saya berharap semangat dan kesadaran akan budidaya pertanian dapat kami tularkan kepada para mahasiswa baru, supaya mereka lebih peduli terhadap pertanian Indonesia”, jelasnya.
Seminar pertanian ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan TOPMA, dimana kegiatan selanjutnya berupa materi PKM, keorganisasian, kepemimpinan, dan lain-lain.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login